Do It Yourself, ..........,,,,, Optimization Engine for better Live ,,,,,.......... Bila Bisa Diperbaiki Mengapa Harus DiGanti,..Bila Bisa Bikin Sendiri Mengapa Harus Beli....... All4One,1ForAll ....... \(^o^)/

Perubahan fisik Bahan Bakar yang disimpan

Perubahan fisik Bahan Bakar yang disimpan

Antrian BBM di SPBU
Antrian BBM di SPBU
Akhir akhir banyak berita tentang penimbunan bahan bakar bersubsidi, apalagi bila ada isyu akan ada kenaikan BBM bersubsidi, maka masyarakat berbondong-bondong memborong bahan bakar bersubsidi terutama jenis premium dan solar untuk ditampung dirumah.
Disini saya hanya mau sharing pengamatan perubahan fisik dari bahan bakar tersebut. Ternyata bahan bakar yang disimpan pada jarak waktu tertentu mengalami perubahan warna dari fisiknya. (maaf ya ini saya hanya mengamati dari perubahan fisik, bukan dari segi kualitas, karena kalau ingin mengamati perubahan kualitas tentunya harus melalui uji laboraterium untuk menganalisa struktur kimianya).

Hasil Pengamatan

gambar 1
Gambar 1
# Saya menggunakan 3 buah botol plastik ukuran 100ml, untuk pengamatan dan solar sebagai bahan pengamatan.
# Coba anda perhatikan gambar1 disamping ini, pada no1 ada 3 buah botol pada botol sebelah kiri yang jernih itu adalah solar fres yang baru saja dibeli di SPBU, sementara yang tengah adalah solar yang sudah disimpan selama 1 bulan, sedangkan yang sebelah kanan yang lebih kecoklatan itu sudah disimpang selama 3 bulan.
# Pada gambar no2 itu foto dari tampak samping.
# Pada gambar no3, ketiga botol saya kocok kocok sehingga timbul buih.
# Pada gambar no4, itu foto sesaat setelah dikocok dan diletakkan, ternyata semakin lama solar disimpan buih yang dihasilkan makin banyak.
# Sedangkan untuk bahan bakar jenis premium juga mengalami hal yang sama, warnanya berubah menjadi makin kekuningan dan terjadi perubahan bau, sedang pada solar relatif baunya masih sama.

Semoga Bermanfaat

Load sensing proportioning valves

Load sensing proportioning valves

Tuas LSPV di Mobil
Tuas LSPV di Mobil
Adalah sebuah alat yang dipasang pada mobil yang berfungsi secara otomatis mengatur efektivitas rem belakang karena adanya perubahan beban, LSPV mengoptimalkan distribusi gaya rem antara rem depan dan belakang. 

Sistem ini mendeteksi perubahan berat dan secara otomatis mengatur efektivitas (kepakeman) rem belakang ketika mobil kita mendapat beban yang berubah-ubah. Secara garis besar ketika kendaraan diberi beban/ muatan maka titik distribusi berat akan berubah, dengan adanya LSVP akan meningkatkan tekanan rem ke rem belakang. Hal ini memastikan kinerja pengereman terbaik di semua kondisi setempat.

Mengapa Memakai LSPV

LSPV bekerja ketika ada beban
LSPV bekerja ketika ada beban
Tentu Kita bertanya mengapa harus diperlengkapi dengan LSPV. Untuk menjawabnya kita bayangkan sebuah mobil dengan keempat roda. Lalu ketika kita melakukan pengereman. maka titik berat pengereman akan berpindah kedepan. ketika titik berat berpindah kedepan maka kekuatan rem yang utama harus berpindah ke roda depan, sebab bila rem roda belakang terlalu pakem maka roda belakang akan terkunci dan mengakibatkan selip tentunya berbahaya bukan. Tetapi kondisi ini tentunya akan berubah ketika mobil diberi muatan berat mengakibatkan titik berat mobil akan berubah juga. Untuk mengatasi hal tersebut maka diciptakan LSPV (sistem mekanikal) dan ABS (otomatis-memakai sensor) dalam perkembangannya LSPV kemudian juga bisa dikombinasikan dengan ABS juga seperti pada New Ford Everest.
Dewasa ini LSPV banyak digunakan pada mobil mobil beban macam Truck, Pickup dan lain sebagainya

Semoga Bermanfaat

Macam macam bahan bushing (bushing material)

Macam macam bahan bushing 

Pada suspensi mobil terdapat joint joint, dan biasanya joint tersebut akan diperlengkapi dengan bushing. Bushing biasanya terbuat dari karet. Dengan berjalannya waktu maka bushing akan menjadi aus dan habis masa pakainya, tentunya anda pernah mendengar ada modifikasi dan penggunaan bahan bushing selain karet. dan bagaimana bila kita menggantinya dengan bahan yang lain? Ayo kita bahas satu persatu beberapa bahan alternatifnya. 

Karet, Polyurethane (PU) dan Teflon

Macam bushing dan peletakannya
Macam bushing dan peletakannya
Bahan karet (standar mobil)
mempunyai tingkat kekenyalan paling tinggi di antara ketiga bahan ini sehingga untuk kenyamanan dalam berkendaraan terutama dijalanan perkotaan paling baik, kekurangan dari karet mempunyai rentang usia selama didalam karet masih terkandung "minyak pelumas" karet akan berfungsi dengan baik tetapi begitu kandungan ini hilang (karena usia dan cuaca) karet akan menjadi keras/getas dan hancur. Kekurangan lain jika menggunakan bushing berbahan karet adalah pengendalian kendaraan disaat bermanuver pada jalanan yang kurang mulus atau pada kecepatan tinggi sangat rendah dikarenakan kekenyalan ini sehingga ada "gap/speeleng" tambahan yang diberikan oleh bushing tersebut.
Bahan PU (aftermarket)
Mempunyai tingkat kekenyalan mendekati karet tetapi mempunyai kekuatan lebih tinggi dibanding karet sehingga kenyamanan dalam berkendaraan baik didalam kota dan luar kota masih nyaman termasuk pengendaliannya dijalan yang kurang baik atau pada kecepatan tinggi. Disisi lain bahan PU memiliki tingkat kelicinan lebih tinggi dibanding karet sehingga perangkat2 yang menggunakan bushing jenis ini akan bergerak lebih lancar. Karena sifatnya lebih kaku dibanding karet maka otomatis suspensi akan menjadi lebih keras (stiff) tetapi tidak kaku (masih ada sifat kenyalnya). Untuk pemakaian agak berat bushing PU akan jauh lebih awet dibanding bushing karet. Dari sisi tampilan Bahan PU lebih menarik karena dapat diberi warna sesuai keinginan pembuat bahkan dibeberapa merk menyediakan yang semi bening.
Bahan Teflon (special custom)
Bushing dengan bahan teflon memang tidak mudah didapat dipasaran karena harus dibuat terlebih dahulu dari batang teflon disesuaikan dengan bentuk yang dimau. Walau Teflon masih dapat dikatakan lentur tetapi secara umum bahan ini lebih cenderung keras menuju kaku. Warna dari bahan ini hanya putih seperti lilin, tetapi bahan teflon mempunyai tingkat kelicinan paling tinggi juga termasuk daya tahan terhadap gesekan maupun cuaca (panas/dingin). Dari sifat diatas sudah dapat dipastikan jika menggunakan bushing dengan bahan teflon otomatis suspensi akan menjadi kaku (rigid) dan sangat cocok jika dipakai dalam ajang kompetisi. Oleh karena itu rata-rata para penggemar kompetisi otomotif banyak yang memodifikasi perangkat suspensinya dengan mengganti bushing karet menjadi teflon, sehingga pengendalian pada kecepatan tinggi atau lintasan yang ekstrim tetap akurat.

Kesimpulan

bushing mempengaruhi suspensi
Bushing mempengaruhi suspensi
Karet: standar, kenyal, enak digunakan, meredam getaran dan suara, masa pakai pendek terutama pada kondisi tidak normal, gerakan suspensi agak berat terutama jika usianya mendekati habis.
Polyurethane: modif, agak keras, masih nyaman digunakan, masih meredam sebagian getaran dan suara, lebih melancarkan gerakan suspensi, suspensi agak keras (stiff) tetapi mudah pengendalian pada kecepatan tinggi dan jalanan kurang baik. Harga lebih mahal dari karet.
Teflon: pesanan khusus, tidak nyaman digunakan, sangat sedikit meredam getaran dan suara, gerakan suspensi paling lancar, suspensi cenderung kaku (rigid), sangat mudah pengendalian kendaraan pada kecepatan tinggi dan lintasan ekstrim, sangat mahal harganya.
Artikel dan tulisan dari
Mr. Raswan Aditya Harjono  (Member Panther Mania Club)

Semoga Bermanfaat

Memeriksa kondisi Per Daun (leaf spring)

Memeriksa kondisi Per Daun 

proses me rol per daun
Proses me Rol per daun 
Anda memiliki mobil dengan suspensi belakang model per daun. (misalnya Daihatsu taft non independen, Kijang kapsul, isuzu panther, mitsubishi kuda, Suzuki carry dan lain lainnya)
Dengan berjalannya waktu mungkin anda merasakan mengapa tunggangan kesayangan anda makin lama menjadi makin keras terutama suspensi belakang.
Salah satu kambing hitam pertama tentunya adalah kondisi shock absorber belakang. Tetapi bagaimana seandainya setelah diganti dengan shock yang baru, ternyata suspensinya masih keras juga.
Bila itu kejadiannya coba anda luangkan waktu sejenak untuk mengamati kondisi per daun suspensi anda. Jangan jangan sudah menjadi Lurus dan tidak parabolik lagi.
Yang menjadi pertanyaan, bagaimana kita tahu kalau peer daun tersebut menjadi lurus dan berkurang paraboliknya. Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah melihat kondisi Anting dari per daun itu sendiri.
Kondisi perbandingan per daun
Kondisi perbandingan per daun
Coba anda amati gambar disamping kanan ini bawah ini. disitu ada 2 buah gambar perbandingan. Kebetulan saya memiliki gambar dua buah mobil sejenis dan setipe (Isuzu Panther Grand Touring) dengan kondisi per yang sama sama masih orisinil dari pabrik. dan kedua mobil dalam kondisi kosong dan tanpa beban. Dari gambar terlihat bahwa salah satu anting per tersebut telah menjorok kebelakang (gambar didalam lingkaran)sedang yang satunya masih tegak. Anting Per yang sudah menjorok kebelakang mengindikasikan bahwa peer tersebut sudah menjadi lebih lurus non parabolik sehingga membuat anting tersebut bergeser kebelakang.

Kesimpulan dan Solusi

  • Per daun yang sudah menjadi lurus non parabolik akan lebih keras, karena jarak main menjadi lebih sedikit. (dengan catatan diperbandingkan dengan kondisi desain awal lho ya)
  • Solusi termudah dan termurah adalah dengan cara me rol kembali per daun anda agar menjadi lebih parabolik atau kembali ke kondisi awal.
  • Solusi terbaik adalah dengan mengganti per dengan yang lebih baru. karena bila dengan me rol per daun maka ada kemungkinan hasil rol rolan tidak bisa sama kekerasaan dan tingkat paraboliknya, dan bila mobil anda selalu diberi muatan berat maka hasil rol rolan per akan lebih mudah menjadi lurus lagi.

Semoga Bermanfaat

Modifikasi spion mobil dengan model yang lain

Substitusi Spion dengan model yang lain

Proses penggantian
Proses penggantian
Seperti yang kita tahu kadang kala dengan berakhirnya sebuah model mobil atau motor, maka lambat laun ada kesulitan bagi kita untuk mencari sparepart yang kita butuhkan, atau mungkin ada ketidak puasaan dengan desain dan model sparepart tersebut. Untuk itulah kadang kita kemudian memodifikasi dengan cara mengganti sparepart tersebut dengan milik mobil lain. 
Contoh dibawah ini adalah Penggantian Spion Isuzu Panther Hi Grade dengan suzuki Carry, Pengantian dimaksudkan karena pada kaca spion asli panther bermodel memanjang horisontal. bagi pemilik hal ini dirasa mengurangi jangkauan visibilatas terutama untuk melihat secara vertikal.
disamping kanan ini adalah foto fotonya.
# Gambar atas adalah kaca spion bawaan yang bermodel horisontal dan memanjang
# Kemudian disubstitusi dengan spion Suzuki Carry yang lebih memanjang kearah vertikal.
# Modifikasi hanya sedikit menambah besar lubang spion ( bisa memakai bor atau malah hanya menggunakan Tang. (seperti gambar)
# Lalu di pasang baut beserta tutupnya. Hasilnya akan tampak seperti gambar bawah sendiri.
Gambar dan properti milik
Mr. Broto NotoNagoro 
(Member Panther Mania Clubs)

Semoga Bermanfaat